LA CAPOLISTA - Paulo Fonseca ingin semua pemain melihat sosok seperti Francesco Camarda. Sebagai pemain yang tumbuh besar di lingkungan Milan, Francesco Camarda tentu disukai penggemar dan pelatih karena dedikasi dan perjuangannya untuk lambang di dada klub.
Keinginan ini dilandasi Fonseca karena Ia ingin membangun tim yang solid untuk jangka panjang. Ia beberapa kali mengungkapkan jika permainan tim adalah yang utama dari pada kecermelangan pemain karena individu.
![]() |
| instagram/camardafrancesco9 |
Dalam hal ini, Camarda menjadi sorotan karena kegigihannya yang mau berjuang untuk tim terlihat sangat penting. Bahkan pemain berusia 16 tahun itu telah beberapa kali membuktikan jika ketersediaannya bisa memberikan dampak bagi permainan tim.
Laporan dari Milannews mengabarkan jika "Paulo Fonseca hanya menginginkan pemain seperti Camarda, pemain yang siap mati untuk Milan."
"Dedikasi dan perjuangan Camarda sangat terlihat jelas, ketika diturunkan Ia secara konsisten menunjukan karakter dan kepribadian yang kuat di lapangan."
Kondisi ini tidak luput dari dukungan suporter setia II Diavolo Rosso yang selalu memuji penampilan apik Camarda.
Dilain sisi kita juga melihat Rafael Leao mulai tumbuh sebagai pemain yang terorganisir ke dalam permainan di bawah asuhan Paulo Fonseca. Pemain yang kuat secara individu diharapkan lebih bermain secara tim, itu pula yang kini dihadapi oleh Theo Hernandez.
Pemain asal Prancis itu terus mendapat kritik menyusul inkonsistensi dirinya dalam beberapa penampilan bersama Milan. Fonseca ingin Theo kembali ke bentuk permainan terbaiknya seperti yang sudah ditunjukan Rafael Leao bersama tim. Fonseca menginginkan tim yang tidak bergantung pada satu individu saja.

