LA CAPOLISTA - Ismael Bennacer semakin dekat dengan comebacknya ke lapangan setelah cedera panjang yang dialaminya, gelandang AC Milan asal Aljazair itu di harapkan kembali kedalam skuad bulan depan. Kehadiran Bennacer tentu akan membuat lini tengah Rossoneri semakin bervariasi.
Proses pemulihan Bennacer ini sangat mengejutkan, Ia dijadwalkan pulih lebih cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya. Awalnya Bennacer diperkirakan akan bermain setidaknya hingga Januari 2025, namun dengan program rehabilitasi yang ketat akhirnya membuahkan hasil yang lebih cepat dalam masa recovery.
![]() |
| instagram/ismaelbennacer |
Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, Zlatan Ibrahimovic mengabarkan jika Bennacer akan kembali ke Milanello dalam minggu-minggu ini untuk tahap akhir pemulihan kebugarannya. Kabar baik ini juga menjadi angin segar bagi pelatih Paulo Fonseca yang memang membutuhkan kedalaman skuad musim ini.
Kebutuhan mendesak sosok gelandang tengah menjadi bisa teratasi dengan kembalinya Bennacer kedalam skuad, sebab peran yang dijalankan Ruben Loftus-Cheek dan Yunus Musah sebagai pelapis dari Yousouff Fofana dan Tijjani Reijnders masih belum cukup untuk mengcover lini tengah.
Alhasil, dua gelandang poros Milan itu telah memainkan begitu banyak pertandingan musim ini tanpa istirahat. Tijjani maupun Fofana telah bermain sebanyak 1.300 menit musim ini, jika terus dipaksakan maka akan sangat berisiko mengalami kelelahan atau bahkan cedera.
Kehadiran Bennacer tentu akan membuat kreatifitas lini tengah Milan semakin variatif, seperti diketahui bahwa Bennacer mempunyai atribut sebagai gelandang yang pandai mengatur permainan baik menyerang maupun bertahan.
Kemampuannya dalam mengatasi tekanan dan memberikan umpan akurat juga sangat dibutuhkan Milan guna menyokong lini penyerangan, atribut ini lah yang kurang dimiliki oleh Loftus-Cheek dan Musah sejauh ini. Dengan kembalinya sang metronom diharapkan Milan mampu mendominasi setiap pertandingan dan mengembalikan Milan ke papan atas klasemen Serie A.

